• Sipping my coffee

Yakin Mau Punya Usaha Sendiri? 3 Things I Wish I Knew Before Starting a Business

Punya usaha sendiri atau bikin start-up adalah cita-cita banyak anak muda jaman now. Coba deh iseng nanya ke sekian anak muda atau mahasiswa tentang impian mereka, mostly they will say “mau bikin start-up” atau “punya bisnis sendiri”. It should be good and be encouraged. Jumlah wirausaha di Indonesia hanya 3.1% dari total jumlah angkatan kerja (data merujuk dari SetNas ASEAN, 2018) dan jumlah ini kalah dibanding Malaysia, Thailand, Singapore dan Vietnam yang rata-rata jumlah wirausahanya adalah 4% dari total angkatan kerja. Sementara di negara maju, rata-rata jumlah wirausaha adalah 14% dari total angkatan kerja.


Calculating Business Risk

Saya yang bukan anak muda aja juga ikutan trend bikin startup – after 15 years working for company and universities. Berbekal pengalaman kerja dan sejumlah modal yang didapat dari kerja bertahun-tahun itu, saya resign dari tempat kerja kemudian baru exploring bidang usaha yang mau saya kerjakan. It seemed like I had enough “capital” to start my own business…Tapi ternyata saya kurang mengantisipasi personal consequences to myself.


Yes, to start our own business, we need to be ready to deal with many consequences. Consequences yang biasanya dibahas terkait dengan business risk such as financial risk (termasuk modal awal euy), legal risk, market risk – and all the things we know that we need to prepare. Yes I did prepare modal awal, bikin PT, daftarin merek ke Dirjen HAKI, but little did I know bahwa ada personal consequences yang harus taken into account yang I wish someone told me before I jump into my startup. Those are:


1. Money

Punya usaha sendiri? Wah kaya donk. Iya gitu? This is my story ya. Setelah 15 tahun selalu mendapat gaji di tiap akhir bulan, tiba-tiba saja saya tidak punya pendapatan tetap – malah masih nombok untuk biaya usaha. Yang dulu mau beli barang ga pakai mikir, asal beli aja (toh akhir bulan gajian kan?), setelah punya bisnis, mau beli apapun pakai mikir keras: do I have budget for this? Do I really need this? Dulu ngopi-ngopi di café tiap hari, setelah punya usaha: bikin kopi sendiri aja – kecuali kalo pas ada meeting di luar. Kog kayaknya jadi ga rela beli kopi secangkir 40 ribu. Belum lagi urusan liburan. Dulu ke mana-mana terbang with Garuda, now I fly budget airlines. Ketika liburan, dulu biasanya stayed in a resort or boutique hotels yang exotic dan lucu, now I’m okay with 3 star hotel or even budget hotel. And kalau sedang merintis usaha, don’t dream of having holidays overseas every year.


2. Time

Katanya punya usaha sendiri itu ga perlu kerja 9 to 5. Yes banget, punya usaha sendiri itu kerja 8am to 11pm plus Sabtu Minggu masih kerja. I dreamt of flexible working hours dan beneran saya dapat flexible working hours – mau kerja jam berapa aja bisa, tapi saking banyaknya kerjaan yang harus dipikirkan dan di-handle, so I work more than 12 hours a day. Ngerjain apa aja? Namanya startup, lagi merintis usaha, ya kerjaan mulai level strategic sampai level tactical, practical, ibarat kerjaan direktur sampe kerjaan admin dan customer service semua ada. In many occasions, I have to choose between works, hang out with friends and family, sleep and exercise. It’s always a tough choice to make.


3. Friend

“Birds of a feather flock together”

Setelah saya berubah profesi dari professional, pekerja kantoran ke pemilik usaha, ketika hang out, ngopi sama teman-teman kantor lama, saya berasa jadi stranger. Pembicaraan rasanya ga lagi nyambung. Interest, ideas dan background yang berbeda membuat saya terasing dari pembicaraan situasi kantor dan industri kantor lama. I felt so lonely. I know that I have to meet other birds of a feather, but it’s not easy. Ditambah lagi dengan kondisi long working hours and tight budget, saya susah sekali to meet and find new friends with the same interest, the same challenge. Yang sangat membantu adalah ketika I joined an incubation class, went to seminars and participate in selected pop up markets to meet people – new friends and customers who have the same interest and value. But yes, loneliness is real for a solo startup founder.


Jadi, sudah siapkah mulai usaha sendiri, bikin startup dan berwiraswasta? The challenges are there but the journey is priceless

#startup #startingabusiness #entrepreneurship #wirausaha

About Me

This blog is written by an introvert. It is all about creating a road map of having a simple life, business and travel for fellow introvert. I write my blog while sipping my daily intake of sanity and you can enjoy my blog while sipping your coffee, too

 

Read More

 

Disclaimer

I am not a chemist, pharmacist, nutritionist, dietician or skincare expert. This blog is intended to share information. It should not be used as medical advice. DIY and recipes in this blog are based on my personal experiences. Those shared recipes haven't been tested in a lab. Please use information provided in this blog wisely.

 

 

© 2023 by Sipping My Coffee

  • White Instagram Icon