• Sipping my coffee

Jakarta Air Quality among World’s Worst: Five Ways to Cope Air Pollution

Buat kita-kita yang tinggal di Jakarta, wajah Jakarta yang muram, berkabut adalah pemandangan sehari-hari. Awalnya kirain Jakarta sering mendung, eh tapi kog pas keluar ke balkon, udara berasa berat ya. Then I realized, it’s not cloudy…it’s smoggy. Data dari Air Visual mengkonfirmasi betapa buruknya kualitas udara di Jakarta, betapa parahnya polusi udara di Jakarta. Sekarang hari-hari smoggy di Jakarta lebih sering kita temui. Langit biru cerah is a luxury now. Jakarta is among the world’s most air polluted cities – bersanding bersama Beijing, New Delhi, Dubai dan Hanoi.


Jakarta - July 22nd, 2019 at 11.35am

What is so dirty about air pollution? WHO menurunkan artikel tentang air pollution dan menyebutkan bahwa 9 dari 10 orang menghirup udara yang terpolusi, dimana air pollution ini kill 7 million people every year. 1/3 kematian karena stroke, kanker paru-paru dan serangan jantung diakibatkan oleh air pollution. Polutan di udara ini susah untuk dihindari, dan hebatnya dapat dengan mudah masuk ke saluran pernafasan dan peredaran darah sehingga merusak jantung, paru-paru dan otak. Dampak air pollution untuk anak-anak sungguh lebih serius. 14% anak-anak di dunia menderita asthma karena air pollution, dan lebih dari 500,000 anak-anak meninggal di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena problem kesehatan saluran pernafasan. Wanita yang sedang hamil rentan terhadap dampak air pollution karena dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Lebih jauh dampak kesehatan dari polusi udara ditunjukkan di infographic berikut ya


Udara yang bersih adalah hak tiap warga negara. Yes, kita bisa sue pemerintah ataupun mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan melalui petisi, tapi hasilnya tentu tidak instant. In the meantime, what can we do individually to protect ourselves and beloved ones?


1. Face Mask

We are facing fine pollutants that are less than 2.5 microns in size, known as PM 2.5 yang tidak bisa disaring dengan masker biasa. We need a special face mask to protect our health, which are N95 atau N99 mask – yang artinya masker ini bisa menyaring 95% atau 99% polusi udara, termasuk PM 2.5. Masker N95 dari brand 3M ada beberapa pilihan, tapi yang praktis dikenakan sehari-hari hanya tersedia jenis yang disposable. Merek lain yang saya pakai adalah Bowin. Masker Bowin tersedia tipe N95 dan N99, baik yang disposable maupun yang bisa dicuci dan diganti filternya. Whatever mask you choose, make sure it fits your face – it should fit snugly, covering your nose and mouth properly. Masker secanggih apapun ga ada gunanya kalau engga menutup rapat celah udara.


2. Clean up

Rajin bersih-bersih rumah dari debu, karena debu itu adalah polutan. Debu adalah a mixture of organic materials (kotoran organic ukuran micro) dan material dari udara luar yang masuk lewat ventilasi rumah kita (jendela, pintu) dan yang menempel di badan, sepatu, tas yang kita pakai dari beraktivitas di luar rumah. Kita ga bisa prevent debu masuk ke rumah, the only thing we can do is to regularly clean up our house (include air conditioning filters, vents) using vacuum cleaner atau kain basah


3. Air Purifier

Invest air purifier at home. Ini bisa beli air purifier yang tersedia berbagai merek di toko elektronik, atau menanam tanaman yang bisa meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. We can choose to grow aloe vera, atau bamboo dalam pot atau kuping gajah atau tanaman yang lagi hitz: lidah mertua alias snake plants – choose the one you like and easier to grow in your home. Saya lagi mempertimbangkan bamboo plant dalam pot yang tampak imut dan aloe vera (biar sekalian bisa memanfaatkan aloe vera gel murni). For those who are living with elderly and baby, please consider to buy air purifier dari merek terpercaya.


4. Antioxidant

Banyak riset menunjukkan pengaruh air pollution to our health, especially increasing oxidative stress, yaitu kondisi tidak berimbangnya antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh kita. Oxidative stress ini merusak jaringan sel, menyebabkan inflamasi dan dapat memicu munculnya penyakit kronis, terutama yang terkait dengan saluran pernafasan dan jantung, dan penuaan dini. Studi pada tahun 2018 di School of Medicine, New York University menunjukkan bahwa pola makan kaya antioksidan dapat melindungi kesehatan kita dari dampak jangka panjang polusi udara. To enhance antioxidant intake, selain banyak makan sayur dan buah, I consume some food supplements: liquid chlorophyll, protein, spirulina dan di masa udara Jakarta yang menyesakkan ini, I add acai berry drink.


5. Take a break

Once in a while kita semua butuh liburan, tapi dengan meningkatnya polusi udara di Jakarta, once every several weeks kayaknya harus refreshing, mencari udara segar di tempat lain. Always check the air quality di tempat ke mana kita akan getaway ya. Jangan sampai salah getaway ke tempat yang kualitas udaranya sebelas duabelas dengan Jakarta. Keep checking air quality lewat aplikasi atau website Air Visual Selalu cek prediksi kualitas udara dalam beberapa hari ke depan, jika memungkinkan, ketika kualitas udara sedang sangat tidak sehat, go somewhere with better air quality.



Hwell, last but not least, enjoy clean air while it lasts, appreciate blue sky and keep safe!

About Me

This blog is written by an introvert. It is all about creating a road map of having a simple life, business and travel for fellow introvert. I write my blog while sipping my daily intake of sanity and you can enjoy my blog while sipping your coffee, too

 

Read More

 

Disclaimer

I am not a chemist, pharmacist, nutritionist, dietician or skincare expert. This blog is intended to share information. It should not be used as medical advice. DIY and recipes in this blog are based on my personal experiences. Those shared recipes haven't been tested in a lab. Please use information provided in this blog wisely.

 

 

© 2023 by Sipping My Coffee

  • White Instagram Icon