• Sipping my coffee

Bingung Diet Jenis Apa: 6 Pilihan Jenis Diet



Diet Sehat: More Fruit, Nuts and Water



“Kog makannya sedikit? Lagi diet ya?”

Kata “diet” dalam sehari-hari pada umumnya diidentikkan dengan mengurangi atau membatasi makan agar berat badan turun. Diet sebenarnya has a wider meaning. Menurut dictionary dot com, diet adalah komposisi makanan dan minuman dan dampaknya pada kesehatan. Bisa juga dimaknai sebagai seleksi makanan yang didesain untuk meningkatkan kondisi fisik atau untuk mencegah penyakit. In short, I sum up diet adalah pola makan sesuai tujuan.





For many different reasons, we want to do “diet” dan salah satu tujuan yang paling banyak diinginkan dari dieting adalah weight loss; followed by health-related issue bisa jadi diet untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan atau diet terpaksa karena tuntutan kesehatan. I have planned to do diet; I need to lose weight. I gained weight significantly sejak mulai resign kerja kantoran and work from home several years ago. Kurang gerak, makan ga beres, begadang, bikin berat badan naik. Then my condition with TMJ disorder and high cholesterol also required me to lose some weight. Tapi plan selalu hanya tinggal plan, I didn’t walk the talk, sampai akhirnya di tahun ini ada 2 kejadian yang slap me to start do the diet and regular workout. One of those two things is this pandemic yang menyadarkan kita semua untuk menjadikan hidup sehat sebagai priority.




But how to start doing the diet? There are many references on diet. Jenis diet pun bermacam-macam. Diet macam apa yang tepat untuk kondisi kesehatan dan lifestyle kita? Dari sekian banyak jenis diet, here are some popular diet types yang bisa kita jadikan panduan dalam menjalani diet:



Keto


Diet keto atau ketogenic ini popular among those with type 2 diabetes. Diet keto adalah diet tinggi lemak, kecukupan protein dan low carb, dimana tubuh dipaksa untuk membakar cadangan lemak dalam tubuh instead of carb sebagai energy – dimana kondisi ini disebut ketosis. Diet ini bisa sangat efektif menurunkan berat badan but we need to strictly follow the rules, otherwise kita hanya akan banyak makan lemak dan protein dan bisa end up with high cholesterol. Anyway, those with high risk of heart disease/cardiovascular disease, high blood pressure, kolesterol tinggi, tidak dianjurkan untuk berdiet keto. Those who don’t like meat juga sebaiknya tidak berdiet keto.



Mediterranean


Diet ini mengacu pada pola makan orang-orang yang tinggal di Mediterranean dimana mereka live longer dan di daerah ini (terutama di Sardinia, Italy dan Ikaria di Yunani) dilaporkan memiliki tingkat paling rendah for heart disease and cancer.

Those living in Mediterranean mengkonsumsi banyak sayuran, buah, olive oil, ikan, seafood, dada ayam, whole grains, kacang-kacangan dan membatasi atau bahkan tidak mengkonsumsi daging merah, makanan dengan kandungan gula, produk olahan susu (cheese and yogurt are allowed) dan wine. Diet ini tidak punya aturan kaku, itu sebabnya diet ini lebih sustainable, dan berdampak signifikan pada kesehatan. Note: diet ini never intended for weight loss, tapi untuk menjaga kesehatan, To follow this diet, you need to have time to cook – dealing with fresh ingredients is the mantra in this diet.




Paleo


Diet paleo means we eat only food that would have been available sejak jaman nenek moyang kita di masa Palaeolithic (jaman batu). It means we avoid processed food, termasuk diantaranya all dairy products, sweets, cereal, madu, sugary fruit juices. Diet ini requires us to do exercise regularly. Disebutkan tujuan diet ini adalah untuk menjaga kesehatan and not weight loss. However, this diet is lack of scientific evidence yang membuktikan bahwa diet ini beneran improve our health. This diet is easy to follow, but again, we need to have time to prepare our food.




IF – Intermittent Fasting


Diet IF ini menekankan bukan pada “what not to eat” tapi “when not to eat”. IF pada dasarnya dalah puasa pada jam-jam tertentu dan makan seperti biasa pada jam buka. Pada jam makan, dianjurkan untuk makan healthy food, yang bisa dicombine dengan diet metode lain seperti Mediterrranean ataupun keto. Metode IF yang paling common adalah 16:8 dimana kita puasa selama 16 jam, dan membuka jam makan kita selama 8 jam – however for women, it is recommended to do 14: 10. Diet IF ini merupakan cara menurunkan berat badan yang sustainable, promotes better metabolic health, and a longer life. While this diet is easy to do, tapi bisa jadi challenging ketika kita banyak traveling dan harus keep adjusting our fasting time. IF diet tidak dianjurkan for those with type 2 diabetes, children, ibu hamil dan menyusui.




Low-Carb


Menghindari nasi? Mungkin lagi diet low-carb. Diet ini membatasi konsumsi carbohydrate hanya 50 – 100gr per hari. Diet Keto dan Atkins adalah bagian dari diet low-carb ini. Diet ini cocok untuk mereka yang suka savoury foods and less refined sugary sweet food. However, diet ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan ibu hamil dan menyusui.




Vegan, Vegetarian


This diet is best for those who don’t really like meat atau do not want to consume any animal products for any reason (kesehatan, lingkungan, animal welfare). People following a vegetarian diet eat meals focused on plants, including nuts, seeds, grains, vegetables, fruits, and legumes.



Diet ini ada berbagai jenis: vegans yang sama sekali tidak makan animal products and its by-products (termasuk dairy products, honey, egg dan apapun yang mengandung animal-based gelatine) ada juga ovo-lacto vegetarian yang masih consume egg dan dairy products. Pescatarians masih eat fish but not meat; dan ada juga Flexitarian yang most of the time consume plant-based food, tapi occasionally masih consume animal-based products.

This diet promotes live longer and healthier (read: cancer protection, hypertension management, heart help) plus weight management.



Dengan populernya diet vegan, vegetarian ini, doing this diet is easy – vegan meals are easy to get. However, there is a possible health risk for those doing this diet – terutama vegans, yaitu kekurangan beberapa nutrisi such as calcium, zinc, Vitamin D, iron and protein. Solusinya: take vitamin. Dan diet vegan ketat sebaiknya tiduk untuk anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan



Bottomline, I do flexitarian diet, combined with IF 14:10 – easy eh? Iya, dengan pertimbangan diet ini sesuai dengan my own situation: I don’t really like meat; I still consume processed food such as spaghetti, tuna in a can, frozen dory and frozen veggies, termasuk juga my protein powder dan satu lagi, my cholesterol level is above normal



Kalu kamu, diet jenis apa yang kamu pilih?




Thank you for reading this "Bingung Diet Jenis Apa: 6 Jenis Diet". I hope you love and enjoy this post. If you do, please share with other and sign up here




#macammacamdiet #diet #weightloss #caradietsehat #dietmenurunkanberatbadan #6caradiet #dietketo #dietlowcarb #dietvegan #dietvegetarian #dietmediterranean #intermittentfasting #healthyliving #simplelife

About Me

This blog is written by an introvert. It is all about creating a road map of having a simple life, business and travel for fellow introvert. I write my blog while sipping my daily intake of sanity and you can enjoy my blog while sipping your coffee, too

 

Read More

 

Disclaimer

I am not a chemist, pharmacist, nutritionist, dietician or skincare expert. This blog is intended to share information. It should not be used as medical advice. DIY and recipes in this blog are based on my personal experiences. Those shared recipes haven't been tested in a lab. Please use information provided in this blog wisely.

 

 

© 2023 by Sipping My Coffee

  • White Instagram Icon